kutipanku

Saturday, January 26, 2008

Memantapkan Arah


1. Jalan itu dimulai dari sebuah percabangan
Anda boleh berhenti sejenak, untuk memutuskan jalan mana yang anda pilih. Tapi jangan terlalu lama, bisa2 Anda tidak beranjak dari situ. Tanyakan pada diri Anda, pertanyaan klasik ala Castaneda ini: yg mana diantara jalan ini yg sesuai hati nurani? Renungkan dengan seksama pilihan2 yg menanti di depan sana, tapi setelah mengambil langkah pertama, lupakan percabangan itu selamanya, supaya anda tidak menyiksa diri dengan pertanyaan tak berguna ini:”Apakah jalan yg kupilih ini benar..?” Kalau Anda mendengar kata hati sebelum mengambil langkah pertama, berarti Anda telah memilih jalan yg benar.

2. Jalan itu tidak selamanya ada
Sungguh suatu anugrah bisa berjalan di jalan itu selama beberapa waktu, tapi suatu hari nanti jalan itu akan berakhir. Jadi siapkan diri Anda untuk meninggalkannya setiap saat, cepat atau lambat.

3. Hormati jalan yang telah anda pilih.
Jalan itu pilihan Anda, keputusan Anda sendiri, dan sebagaimana Anda menghormati jalan yg Anda pijak, tanah itu pun akan menghormati kaki yang memijaknya.

4. Persiapkan diri Anda dengan baik

Bawalah alat untuk merawat jalan Anda, pilihlah alat yg paling cocok. Jaga & rawatlah alat itu, sebab merekalah teman2 Anda.

5. Jalan itu mengarah ke depan kadang ke belakang

Sesekali Anda mesti mundur lagi karena ada yg ketinggalan, atau ada pesan yg mesti di sampaikan tapi lupa tersimpan dalam saku. Jalan yg bersih dan terawat akan memudahkan Anda untuk kembali.

6. Uruslah jalan itu baik2 sebelum mengurus yg ada di sekeliling Anda
Perhatian dan konsentrasi sangatlah penting. Jangan teralih oleh dedaunan yg kering di tepi2 jalan, atau cara2 orang lain merawat jalan mereka masing2.

7. Bersabarlah
Kadang2 Anda mesti mengulang-ulang pekerjaan yg itu2 aja, jangan menjadi jengkel karenanya, itu sudah menjadi bagian dari perjalanan. Mesti Anda letih dan berulang2, bersabarlah.

8. Beberapa jalan saling bersilangan
Orang2 bisa berbagi berita tentang cuaca. Dengarkan nasehat, dan buatlah keputusan sendiri. Hanya Andalah yg bertangungjawab atas jalan yg dipercayakan kepada Anda.

9. Alam mengikuti hukum2nya sendiri
Anda harus siap dengan perubahan2 mendadak di musim gugur, es yg licin di musim dingin, godaan2 bunga di musim semi, rasa haus dan rintik2 di musim panas. Nikmatilah sedapat mungkin masing2 musim ini, dan jangan mengeluh tentang sifat2 mereka masing2.

10. Jadikan jalan Anda sebagai cerminan diri
Jangan pernah terpengaruh orang lain, dengarkan apa yg dikatakan jiwa Anda, dan apa yg disampakan burung2 tentang suara jiwa Anda. Biarkan kisah2 Anda terdengar indah dan menyenangkan. Dan yg terutama, biarkan kisah2 Anda itu di gaungkan pada setiap detik perjalanan Anda.

11. Cintailah jalan Anda
Tanpa cinta tak ada yang berarti.

dikutip dari Paulo Coelho

Thursday, January 04, 2007

TIME..

payalone2



Siapakah yang bisa menghentikan waktu?

Waktu selalu menebarkan tipu daya yang maha dasyat, bagi manusia yang mengabaikan eksistensinya. Siapa yang menyianyiakan waktu hidupnya akan dirundung penyesalan seumur hidup. Waktu memang sahabat yang paling kejam dan tak memiliki karakter tawar menawar.
Waktu bukanlah ruang bersekat yang bebas dibagi-bagi sesuai selera manusia. Namun waktu mampu memilah-milah manusia dalam kotak2 manusia sukses, gagal, berprestasi dan malang. Waktu begitu perkasa. Apa yang bisa diperbuat manusia ketika berhadapan dengan waktu? Manusia hanya ditakdirkan memformulasikan waktu dalam pembabakan masa lalu, kini dan yang akan datang.

Dimensi waktu

Take your time. think a lot. Think of everything you've got. For will still be her tomorrow, but your dreams may not. Lagu Cat Stevens, Footstep in the Dark.
"Marilah kita meluangkan waktu untuk sejenak memikirkan tentang apa saja yang telah kita peroleh. Kita mungkin masih ada di sini esok. Tapi mungkin mimpi kita tidak."

Refleksi waktu tentang apa yang akan terjadi pada tahun 2007 selalu ada dalam perencanaan setiap pribadi manusia, kadang2 sih.. Kadang setiap orang selalu membuat tekad (resolusi), dimana sering kali merupakan ulangan dari takad tahun-tahun kemaren yang belum kunjung tercapai.

Tampaknya waktu jualah yang akan membatasi kesempatan bagi manusia, bagi kehidupan dan bahkan bgi alam semesta.

Dimensi Penting


Waktu sering disebut dimensi keempat dalam sains, diantara benda, energi dan ruang. Kedudukannya amat penting untuk di observasi secara ilmiah, sebagai penjelasan tolok ukur dalam kerangka waktu itu sendiri.

Pengukuran waktu didasarkan pada berulangnya fenomena alam. Misalnya satu tahun didefisinikan sebagai jumlah waktu yang diperlukan Bumi untuk melakukan satu putaran lengkap mengelilingi Matahari. Satu hari didefisinikan sebagai jumlah waktu yang dibutuhkan Bumi untuk melakukan satu putaran lengkap pada sumbunya. Tahun dan bulan kemudian dirinci menjadi unit-unit lain seperti hari, jam, menit, dan detik.

Lain lagi pada teori Relativitas Umum Eintains atau orang menyebut waktu itu relatif, yang digambarkan entara perbedaan waktu di Bumi dan planet-planet lain berdasarkan kecepatan gerak benda tersebut. Satu tahun di Bumi beda dengan satu taun di Mars. Pada indra manusia juga ada relatifitas waktu. Ketika kita sedang bahagia, waktu serasa cepat. Namun bila kita sedang menunggu sesuatu, waktu serasa lamaaa banget.

Dimensi Ekstrem

Dalam sains periode waktu paling pendek yang pernah diukur, walaupun secara tidak langsung adalah peluruhan beberapa partkel elementer yang berlangsung selama sepuluh pangkat minus 24 atau 0,000000000000000000000001 detik.
Adapun pengukuran langsung untuk letupan (brust) sejumlah laser yang pernah direkam adalah sekitar 10 pangkat minus 15 atau 0,000000000000001 detik. Sedang periode terpanjang yang pernah dicatat adalah umur alam semesta, antara 12-18 milyar tahun (Science Desk Reference 1995).

Dengan berbekal pengetahuan tentang waktu itulah manusia dapat mematok berbagai fenomena alam dan membuat beberapa rujukan-rujukan faktual. Misalnya dalam satu detik, Bumi tanpa kita rasa melesat 30 km dalam revolusinya mengelilingi Matahari.

Joe Boot di Ravi Zhacharias International Ministries, mencatat bahwa setiap detik 4,5 mobil dibuat di dunia, 2000 meter persegi hutan lenyap, 3 bayi lahir, 1,5 orang meninggal, dan 2,5 juta sel darah merah diproduksi sumsum tulang. Sungguh banyak hal yang terjadi dalam satu detik.

Orang yang kurang punya kesadaran tentang waktu, tentu tidak menganggap penting satu detik. Sebaliknya banyak orang sukses , ilmuwan, seniman, amat menghargai waktu.
Pada sisi lain, untuk apa pabrikan Swiss membuat jam tangan yang hanya meleset 1 detik dalam 250 tahun. Mengapa harus secanggih itu. Apa peduli dengan wakt sepresisi itu. Jam tangan Casio saya aja meleset hampir satu menit tiap tahun.

Apa penghargaan kita pada waktu, apa hanya seperti tahun kemarin. Bila iya jangan-jangan hidup kita pun tidak beranjak dari tahun kemarin, 2006...!!!



dikutip dari berbagai sumber

Friday, December 15, 2006

Jumat adalah hari olahraga bagiku, khususnya maen bola. Bola bagi adalah nafas, sebuah permainan kolektif yang butuh ketrampilan khusus untuk memainkannya. Jumat ini hari pertama aku main bola pasca cidera dua minggu yang lalu. Main pertama langsung mencentak gol, lumayan seneng juga walau maennya nggak begitu yahuud.

Cerita diatas adalah sekelumit aktivitas yang sedikit menggembirakan. Eh.. ada juga yang sedikit gembira lagi. Ketika aku telepon cewek pake telepon kantor, gratis gitu lhoo.. walau mengandung unsur kriminal. he..he.. mengutil atau korupsi kecil-kecilan. Budaya jelek masyrakat Indonesia. Eit.. Jangan salah, Indonesia terkenal juga karena ini (baca: korupsi). Bahasa kerennya NOTORIUS, terkenal karena kejelekannya/ kekurangan.

Mungkin ini yang kurang menggembirakan. Aku berencana pulang ke Tuban, my home town. Habis dari kantor balik ke kosan, maunya sih ganti baju dan istirahat sebentar, trus balik ke kantor naruh motor diparkiran trus numpang mobil koran jurusan Bojoneoro.. Maunya sih gitu.. Tapi apa hendak dikata, pas mau balik kekanto eee hujan datang.. lumayan deres sich. Langsung aja motorku aku geber. Nggak tau jalanan lagi banyak air , pas di tikungan udah aku coba rem depan blakang.. Tetep terjadi spin, akhrnya aku jatuh juga. Untungnya aku pake helm.. jadi kepala ku nggak benjol2. Soalnya pala ini kebentur bentur aspal. Maklum motor udah tiga tahun nggak ganti ban, jadi ya.. gitu deh.. jatuh..

Pulang ke Tuban batal. Motor perlu di betulin, nggak bisa nyala. Weekend di Surabaya aja dech

Friday, December 08, 2006

POLIGAMI

koran

"Dai kondang Aa Gym kawin lagi..!"Ibu-ibu rumah tangga yang lagi ngrumpi di sudut gang kampung.
Masalah poligami yang dilakukan Aa Gym, akhirnya menjadi isu nasional yang menarik. Saking menariknya, presiden SBY ikut ribut, sampai mengajak rapat menterinya membahas masalah poligami.
Di koran-koran, di dalam radio, diatas bintang, (kaya' lagunya SWAMI aja), semua bikin topik poligami, dissamping kisah vidio porno si ME dan YZ.

Saya sangat tertarik tulisan A. Mustofa Bisri, pengasuh Pesantren Roudhotul Talibin,Rembang, di halaman opini Jawa Pos, jumat, 8 Desember 2006. Sebuah gaya tulisan yang jarang sekali ada di kolom opini
(sepengetahuan saya). Gaya tulisan yang seluruh narasinya atau ide cerita semua berbentuk dialog kalimat aktif. Bersetting diskusi pesantren yang ringan tapi membawa pesan.

Pada awal paragraf dia menulis aktivitas dialog semua tokoh, yaitu kang Kimin; Kang Zaini; Haji Arifin; Kang Slamet; kang Mansur; Mas Guru Manaf; si Duldan bahkan Mbah Paimin dan Gus Mad. Mereka semua adalh "aktivis"jamaah pengajian.

Tokoh yang disebut teakhir, Gus Mad, yang saya dapat dari sumber koran lokal jatim adalah seorang Kyai dari Pasuruan yang beristri empat bahkan lima, satu dicerai. Ia mempunyai keturunan 41 anak..!! Dan mereka hidup cukup bahagia.

Pembicaraan diawali oleh Kang Slamet, "wah, kasian ya Aa' Gym ya, mau itibaa', mengikuti jejak Nabi malah dihujat jamaahnya." Itu adalah awal sebuah "diskusi" para penghuni yang lagi pada kumpul membicarakan tentang sosok Aa' Gym, yang kesemua itu menjadi gaya penulisan A. Mustofa Bisri.

Pesan-pesan tulisan itu sangat mengena sekali, karena pembicaraannya ringan dan mudah dicerna, karena memang sangat dekat dengan pola hidup kita. Dimulai dari kerelaan Teteh Nining dimadu dan rasa kasihan pada ibu-ibu yang mengidolakan sosok Aa'. Disebutkan juga pembanding antara Aa' Gym dengan tokoh penganut poligami yang lain, seperti mubaliq sejuta umat KH Zainudin MZ, aktivis gender Masdar Mas'ud, bahkan kiai Nur Muhammat Iskandar dan petinggi PPP Hamzah Hazz.
Dari kesemua tokoh tersebut belum ada yang dihujat atau banyak dibicarakan publik. Tapi kenapa sosok Aa' Gym jadi dahsyat dimata pubik maupun pemerintah.

Gus Mad mencoba angkat bicara. "Mungkin Aa' Gym lain, dia itu tokoh publick figure sebenarnya, dai tidak hanya mubalig tapi juga sekaligus selebritis. Aa' adalah gabungan antara Zainudin MZ dan Iwan Fals." Oleh karena itu para ibu-ibu di Indonesia yang mengidolakan sangat kecewa. Boleh jadi dalam pandangan ibu-ibu, Aa' mrupakan tokoh idola yang paling sempurna yang tidak ada cacatnya. Aa' sudah dianggap semacam berhala. terhadap "berhala" pandangan tidak ada cacat bisa menjadi tidak boleh cacat.

Dan umumnya para ibu-ibu, menganggap kawin lagi adalah cacat. Minimal mengurangi kesempurnaan tokoh suami. Maka ketika Aa' Gym kawin lagi, para idolanya kecewa. Meskipun poligami itu halal Tapi ada juga yang mengharamkan.

Bincang-bincang diatas adalah bagian dari "diskusi" yang sangat seru. Ada yang menolak juga ada yang membela ada juga yang nggak tahu sama sekali.

Suasana berubah ketika jamaah senior angkat bicara, Kang Kimin. Dia memberi nasihat, kenapa harus geger dengan kejadian semua ini, ribut ngebahas kawin orang. Kenapa kita tidak ribut menyelasaikan masalah bangsa yang lain yang lebih mendesak, seperti lumpur Lapindo dan yang lainnya.

Dari sinilah pesan yang ingin di sampaikan oleh A. Mustofa Bisri, dengan bahasa yang naratif, bahwa sesunggunya persoaalan bangsa ini tidak mempunyai skala prioritas yang jelas. Yang akhirnya menjadi kemana mana. Persoalan tersebut tidak kunjung selesai.

Diakhir "diskusi" tersebut ditutup oleh Gus Mad. "Mari kita tutup pembicaraan inidengan membaca Al-Fatihah, semoga Allah mengasiani dan merahmati kita bangsa Indonesia, terutam yang kita kasiani. Al-Fatihaaaah."



A. Mustofa Bisri adalah, kiyai, penyair, novelis, pelukis, budayawan dan cendekiawan muslim, beristrikan Siti Fatima yang menghasilkan 7 anak . Ia kiyai yang bersahaja, bukan kiyai yang ambisius. Ia kiyai pembelajar bagi para ulama dan umat. Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah, ini enggan (menolak) dicalonkan menjadi Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama dalam Muktamar NU ke-31 28/11-2/12-2004 di Boyolali, Jawa Tengah.

Monday, November 27, 2006

why..?

kenapa kita egois?, tanyakan pada tuhan dan dirimu
kenapa kita marah?, tanyakan pada tuhan dan dirimu
kenapa kita lupa?, baca alquran dan al hadist.!
kenapa tuhan beri kita ujian?, karena kita tau jawaban soalnya.
kenapa siang makin panas, padahal sudah sore?, salah pertanyaan
kenapa kita harus kerja?, tanyakan pada dunia
kenapa kita jayus?, kita semua terbiasa jayus

uang adalah segalanya?, bukan, cuma... segalanya yang butuh uang
dunia berputar bagai roda?, bukan kita yang harus lari, jalan, diam atau mundur
kenapa banyak tanya?, ngapain juga dijawab
kenapa kita cari pacar?, bukan nyari, milih
kenapa milih ?, tersedia banyak pilihan
siapa cinta pertamamu?, dua puting susu mbok kamu pasti

kenapa kita mabuk?, kita butuh alkohol untuk bersihkan luka
kenapa kita merokok?, gua benci sekali rokok.
kenapa memukul dari belakang?, baca al kitab
kenapa kamu baca ini?, kurang kerjaan, Jelas!
kenapa aku banyak pertanyaan?, jangan kuatir, sudah saya jawab sendiri
kenapa kita egois?, jawabannya tetap sama dengan yang diatas

sialan sebelah gw resek... pulang ahh

"kutipanku dari sahabat"